Dana darurat dianggap sebagai dasar yang penting dalam perencanaan keuangan yang sehat. Khususnya bagi individu yang termasuk dalam generasi sandwich—yaitu mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap dua generasi sekaligus, yakni orang tua dan anak—menyiapkan dana darurat sering kali menjadi tantangan besar.
Ketidakpastian ekonomi dan pengeluaran yang terus meningkat membuat sangat sulit untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan darurat. Namun, meskipun memiliki keterbatasan finansial, keberadaan dana darurat tetap krusial untuk menjaga stabilitas keuangan dalam situasi yang tak terduga.
Dalam konteks ini, penting untuk mempertanyakan seberapa besar kebutuhan dana darurat bagi generasi sandwich. Apakah langkah-langkah tertentu dapat diambil untuk mulai menyiapkannya meski dengan anggaran yang terbatas?
Pentingnya Dana Darurat bagi Sandwich Generation di Indonesia
Generasi sandwich sering kali terjebak dalam pusaran kewajiban finansial yang kompleks. Mereka harus menjaga kesejahteraan orang tua yang semakin tua serta mendukung kebutuhan anak-anak mereka. Karena situasi ini, memiliki dana darurat menjadi semakin penting.
Tanpa dana darurat, risiko keuangan meningkat saat terjadi bencana seperti sakit mendadak atau kehilangan pekerjaan. Situasi-situasi tersebut dapat membawa mereka ke dalam kondisi utang yang sulit dilepaskan.
Ahli keuangan juga mengingatkan bahwa satu momen krisis bisa menyebabkan kerugian finansial yang besar. Jadi, mempersiapkan dana darurat adalah langkah proaktif dalam menjaga keamanan finansial.
Cara Memulai Menyiapkan Dana Darurat dengan Anggaran Terbatas
Saat memulai menyiapkan dana darurat, sangat disarankan untuk tidak terbebani oleh angka yang besar. Pendekatan yang lebih bijak adalah dengan mulai dari target kecil terlebih dahulu, seperti satu kali pengeluaran bulanan.
Ketika keterampilan menabung sudah terbangun, pelan-pelan tingkatkan target hingga mencapai tiga sampai enam bulan dari pengeluaran bulanan. Strategi perlahan ini memberikan waktu bagi generasi sandwich untuk beradaptasi secara finansial.
Disiplin dalam menabung adalah kunci. Sebuah target yang dapat dicapai akan memberikan motivasi agar disiplin dalam menyisihkan uang setiap bulannya.
Strategi Mengalokasikan Persentase dari Pendapatan untuk Dana Darurat
Mengalokasikan gaji untuk dana darurat tidak harus menyita seluruh pendapatan. Cukup sisihkan sekitar 10 persen dari gaji bulanan. Ini merupakan langkah awal yang baik dan bisa dilakukan untuk membangun kebiasaan menabung.
Jika merasa 10 persen terlalu berat, tidak masalah untuk memulai dengan 5 persen. Yang paling penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan dana, yang bisa disesuaikan dengan kondisi finansial yang lebih stabil seiring waktu.
Sistem persentase akan lebih mudah diterapkan, karena saat gaji meningkat, jumlah uang yang disisihkan juga akan otomatis bertambah.
Pentingnya Memisahkan Rekening untuk Dana Darurat
Untuk menghindari pencampuran antara dana darurat dan pengeluaran sehari-hari, disarankan untuk memisahkan rekening. Dengan cara ini, dana darurat lebih terjaga dan tidak terpakai untuk keperluan rutin.
Metode transfer otomatis setelah menerima gaji adalah salah satu cara praktis untuk memenuhi target dana darurat. Dengan cara ini, yang diperlukan hanya disiplin untuk tidak mencairkan dana kecuali dalam keadaan darurat.
Prinsip “sisihkan dulu, baru belanjakan” sangat relevan untuk mengelola keuangan yang sehat, terutama untuk generasi sandwich yang hidup dengan banyak tanggung jawab.
Memilih Instrumen Likuid untuk Menyimpan Dana Darurat
Pemilihan instrumen penyimpanan untuk dana darurat juga sangat penting. Dana darurat sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan likuid, sehingga bisa dengan mudah diakses saat diperlukan.
Bank digital menjadi salah satu solusi yang baik, seringkali menawarkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan bank konvensional. Ini akan memberikan sedikit keuntungan tanpa mengorbankan likuiditas dana darurat.
Ada juga pilihan lain seperti reksadana pasar uang, tetapi tidak disarankan untuk menempatkan seluruh dana di sana. Sebaiknya, alokasikan setengah dari dana yang ada agar tetap dapat diakses saat ada keadaan darurat.
Pada akhirnya, generasi sandwich perlu memahami pentingnya dana darurat sebagai bagian dari strategi keuangan yang matang. Meskipun berada di tengah berbagai tanggung jawab, dengan rencana yang tepat, mereka tetap bisa membangun fondasi keuangan yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan.
















