Robot humanoid pertama buatan Rusia, AIdol, mengalami momen memalukan saat debut resminya di Moskow. Kejadian tersebut menjadi viral dan menjadi bahan pembicaraan warganet di media sosial, serta menyoroti tantangan dalam pengembangan teknologi robotika yang kompleks.
Robot ini merupakan contoh penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam robotika antropomorfik. Meskipun diperkenalkan dengan antusiasme, kegagalan robot dalam mempertahankan keseimbangan di atas panggung menunjukkan tantangan yang harus dihadapi para pengembang.
Pada saat peluncurannya, robot tersebut terlihat terjatuh ketika dibawa oleh dua staf di iringan musik film terkenal. Rekaman insiden tersebut membuat banyak orang mempertanyakan kesiapan teknis AIdol untuk ditampilkan ke publik.
Momen Memalukan dalam Debut Robot AIdol di Moskow
Pada debut resminya, AIdol mengalami ketidakstabilan yang menyebabkan robot ini terjatuh, meninggalkan beberapa bagiannya di atas panggung. Staf yang hadir bergegas menarik robot tersebut dari pandangan publik, yang menjadi sorotan langsung di media sosial.
Dalam ilmu teknologi, insiden ini dianggap sebagai pelajaran berharga. CEO proyek, Vladimir Vitukhin, menilai bahwa kejadian tersebut memberikan wawasan penting bagi pengembangan lebih lanjut dari AIdol.
Dia mengungkapkan bahwa kesalahan yang terjadi dapat menjadi pengalaman berharga dan pembelajaran bagi tim pengembang. Peluncuran robot ini sebenarnya dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan robotika yang berkembang di Rusia.
Tanggapan Pengembang Setelah Insiden di Panggung
Menanggapi insiden yang sangat terlihat ini, perusahaan menyatakan bahwa AIdol berada dalam fase pengujian yang masih berlangsung. Mereka berharap insiden tersebut tidak menghalangi niat untuk berpartisipasi dalam perlombaan global pengembangan robot humanoid yang canggih.
Beberapa kritikus di media sosial juga menunjukkan ketidakpuasan, menyoroti bahwa robot tersebut seharusnya lebih stabil sebelum diperkenalkan secara luas. Pengembang berjanji untuk meningkatkan stabilitas dan kesiapan teknologi sebelum peluncuran yang lebih besar.
AIdol dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kemampuan, termasuk gerakan, manipulasi objek, dan interaksi manusia. Harapannya, AIdol bisa menjadi salah satu pionir dalam pengembangan robot humanoid di Rusia.
Kemajuan dalam Teknologi Robotika dan Kecerdasan Buatan
Robot ini memanfaatkan komponen dalam negeri hingga 77 persen, dan perusahaan menargetkan untuk meningkatkan angka ini menjadi 93 persen. Target ini mencerminkan upaya Rusia untuk mendorong inovasi teknologi dan mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri.
AIdol dilengkapi dengan 19 motor servo yang memungkinkan robot menampilkan berbagai emosi dan ekspresi. Kulit robot tersebut dari silikon dirancang untuk meniru ekspresi wajah manusia dengan detail yang cukup tinggi.
Saat ini, tim insinyur tengah melakukan pemeriksaan pada sistem keseimbangan dan perangkat lunak robot. Mereka berkomitmen untuk memperbaiki masalah ini agar AIdol dapat berfungsi dengan optimal saat ditampilkan di hadapan publik.















