PT Permodalan Nasional Madani (PNM) baru-baru ini menerima penghargaan bergengsi dalam bidang keuangan Islam dan obligasi sosial di Asia. Penghargaan ini mencerminkan upaya PNM dalam menciptakan instrumen pembiayaan yang berfokus pada dampak sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam ajang bergengsi Annual Borrower Issuer Awards 2025 yang diselenggarakan di Singapura, PNM dinobatkan sebagai Best Islamic Finance serta Best Social Orange Bonds. Pencapaian ini menunjukkan komitmen PNM untuk mendukung pendanaan berkelanjutan yang inklusif bagi masyarakat.
Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp3,77 triliun atau setara dengan US$226 juta. Pemanfaatan dana tersebut difokuskan untuk memperluas akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera di sektor ultra mikro, yang seringkali terpinggirkan dalam layanan keuangan formal.
Kesuksesan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi mencerminkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program PNM Mekaar, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah di 60.250 desa.
Melalui penerbitan Orange Bonds dan Sukuk Bonds, PNM tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memprioritaskan keberlanjutan sosial. Instrumen-instrumen finansial ini bertujuan untuk memberikan dampak positif kepada perempuan dan masyarakat kurang mampu, selaras dengan prinsip-prinsip syariah yang berlandaskan kemaslahatan.
Pencapaian PNM dalam Inovasi Keuangan Sosial
Pernyataan bahwa PNM adalah penerbit Orange Bonds pertama di Indonesia dan kedua di Asia menegaskan posisi uniknya dalam industri keuangan. PNM juga mencatatkan sejarah sebagai penerbit Sukuk Bonds pertama di dunia, yang semakin memperkuat komitmennya terhadap inovasi di sektor ini.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa PNM tidak hanya beroperasi sebagai lembaga keuangan biasa, tetapi juga sebagai pemimpin dalam menciptakan dampak sosial yang signifikan. Dengan langkah-langkah inovatif ini, PNM turut memelopori agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia.
Menurut Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, penghargaan ini merupakan dorongan moral untuk terus berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat secara nyata. Melalui Orange dan Sukuk Bonds, PNM bertekad untuk memberikan jalan bagi perempuan untuk tumbuh dan berdaya.
Dodot menekankan pentingnya akses keuangan yang lebih luas bagi perempuan, dan bagaimana penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga bagi perempuan prasejahtera yang menjadi sasaran utama program-program PNM. Setiap langkah yang diambil adalah upaya untuk membangun harapan dan membuka peluang baru bagi mereka.
Dengan semangat yang ditunjukkan, PNM bertekad untuk menjangkau lebih banyak perempuan ultra mikro di masa yang akan datang. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang memberikan kesempatan bagi mereka yang belum tersentuh oleh layanan keuangan formal.
Strategi PNM untuk Pemberdayaan Berkelanjutan
Ke depan, PNM berkomitmen untuk terus memperkuat model pemberdayaan yang terintegrasi. PNM percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya berasal dari pembiayaan, tetapi juga dari dukungan dalam bentuk pendampingan usaha.
Melalui pengembangan kapasitas, PNM akan memastikan bahwa nasabah tidak hanya menerima dana, tetapi juga memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengelola usaha mereka. Ini adalah pendekatan holistik yang bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain itu, PNM juga semakin memperluas jangkauan layanan untuk memastikan program-programnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di pelosok daerah. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
Inovasi dalam produk keuangan juga akan menjadi salah satu fokus utama PNM. Dengan menciptakan instrumen baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat, PNM berharap dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkelanjutan.
Dalam mewujudkan agenda keberlanjutan, PNM tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada pencapaian tujuan sosial yang lebih besar. Ini menunjukkan komitmen PNM dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
Relevansi Penghargaan dalam Konteks Pemberdayaan Perempuan
Penghargaan internasional yang diterima PNM bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga sebuah tanggung jawab. PNM melihat ini sebagai kesempatan untuk lebih meningkatkan upaya dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Perempuan sering kali menjadi pilar dalam keluarga dan komunitas, sehingga memberdayakan mereka akan berdampak positif pada seluruh masyarakat. PNM bertekad untuk menciptakan program-program yang lebih komprehensif dan berdampak nyata.
Salah satu fokus utama PNM adalah dukungan terhadap kewirausahaan perempuan. Melalui pelatihan dan bimbingan, diharapkan perempuan bisa mengembangkan usaha mereka secara mandiri. Hal ini sejalan dengan misi PNM untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi.
Selain itu, PNM juga aktif dalam menyebarkan informasi mengenai pentingnya keuangan inklusif. Edukasi keuangan menjadi kunci bagi perempuan untuk memahami dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal.
Dengan adanya dukungan yang lebih besar bagi perempuan, diharapkan bahwa setiap individu dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Penghargaan ini menjadi salah satu langkah untuk menuju tujuan tersebut.












