Perusahaan e-commerce dalam negeri, PT Global Digital Niaga Tbk, baru-baru ini mengumumkan keputusan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 270 karyawan pada Oktober 2025. Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk menyesuaikan organisasi dengan tujuan mengurangi biaya operasional serta memperkuat struktur bisnis yang ada.
Keputusan ini bukan tanpa alasan, meskipun perusahaan mengalami peningkatan pendapatan sebesar 25,6 persen hingga September 2025. Namun, masih terdapat kerugian bersih yang signifikan, mencapai Rp1,84 triliun, disebabkan oleh berbagai faktor pengeluaran termasuk pemasaran dan diskon yang diberikan kepada konsumen.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindakan yang sangat dipertimbangkan. Dengan adanya restrukturisasi, perusahaan berharap dapat beroperasi dengan lebih efisien dan juga mengoptimalkan peluang pertumbuhan di masa depan.
Langkah Strategis dalam Menghadapi Tantangan Bisnis
Dalam rangka menjalankan langkah efisiensi organisasi, perusahaan telah mengambil tindakan nyata dengan melakukan PHK. Jumlah karyawan yang terdampak ini terdiri dari berbagai divisi yang ada dalam organisasi.
Proses PHK ini bersifat permanen dan seluruh karyawan yang terkena dampak telah menerima paket kompensasi yang lebih dari ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperlakukan karyawan dengan adil meskipun situasi sulit yang ada.
Eric Winarta menegaskan bahwa meskipun langkah ini sulit, perusahaan harus melakukan penyesuaian agar tetap dapat bertahan dalam persaingan yang ketat di industri e-commerce. Kebijakan ini dirancang agar operasional perusahaan tetap berjalan tanpa hambatan.
Fokus pada Inovasi dan Efisiensi di Masa Depan
Perusahaan juga menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menekan biaya selain dari PHK. Antara lain adalah optimalisasi biaya iklan dan pemasaran melalui model bisnis omnichannel yang dinilai lebih efektif.
Inovasi berkelanjutan menjadi fokus utama untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berubah. Hal ini bukan hanya tentang mempertahankan pelanggan yang ada, tetapi juga menarik pelanggan baru melalui berbagai strategi pemasaran yang lebih terarah.
Dengan memperkuat ekosistem yang ada, perusahaan berharap dapat meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Membangun loyalitas pelanggan menjadi sangat penting untuk mempertahankan pangsa pasar yang ada.
Strategi Keuangan untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Dalam rencana keuangannya, perusahaan berupaya menyeimbangkan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui optimalisasi bauran produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Pemanfaatan teknologi, terutama kecerdasan buatan, juga diintegrasikan untuk lebih memahami pola perilaku pelanggan. Dengan teknologi ini, interaksi dengan pelanggan akan menjadi lebih personal, mendekatkan mereka pada pengalaman berbelanja yang lebih baik.
Di samping itu, perusahaan menjaga transparansi yang tinggi mengenai dampak restrukturisasi ini terhadap operasional harian dan aspek hukum. Hal ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan pemegang saham dan publik terhadap kelangsungan perusahaan di masa depan.















