Gubernur Aceh telah menyampaikan keluhan mengenai kenaikan harga daging sapi yang sangat signifikan. Dalam kondisi sulit akibat bencana banjir bandang dan longsor, harga daging sapi di Aceh diperkirakan akan terus melonjak, membuat warga merasa tertekan.
Di tengah pencarian solusi untuk menghadapi dampak bencana, Mualem juga menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat dapat melakukan intervensi. Dalam pertemuan tersebut, ia berbicara langsung kepada pimpinan DPR dan beberapa menteri untuk memberikan gambaran jelas mengenai situasi yang dihadapi Aceh.
Mualem menyoroti bahwa harga daging sapi saat ini telah mencapai angka yang mencengangkan. Bahkan, di tengah situasi darurat ini, harga dapat meloncat hingga Rp300 ribu per kilogram, yang berpotensi membuat banyak warga kesulitan dalam mengakses pangan yang berkualitas.
Dampak Bencana Terhadap Peternakan di Aceh
Sejak banjir melanda, banyak peternak yang kehilangan hewan ternak mereka. Mualem menyatakan bahwa hilangnya banyak sapi menjadi masalah tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal. Angka yang diungkapnya, mencapai 300 ekor sapi yang mati, bahkan memicu keprihatinan mendalam bagi para pemilik dan peternak di Aceh.
Fenomena ini tidak hanya mengganggu pasokan daging lokal namun juga menciptakan suasana ketidakpastian bagi masyarakat. Untuk itulah, Mualem mendorong agar kebijakan impor daging sapi dari luar negeri dapat dipertimbangkan sebagai solusi. Ia menunjukkan bahwa alternatif seperti mengimpor daging dari Australia atau India bisa menjadi opsi yang lebih terjangkau.
Di samping itu, gelaran bulan suci Ramadhan akan segera tiba, dan tradisi menyimpan stok daging menjelang Idul Fitri menjadi bagian penting bagi masyarakat Aceh. Karena itu, adanya pasokan daging yang cukup sangat diperlukan agar tradisi ini tetap bisa berjalan.
Usulan Impor untuk Mengurangi Keterpurukan Ekonomi
Mualem juga menyoroti bahwa solusi impor dapat membantu tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjaga stabilitas harga di pasar. Mengingat saat ini banyak peternak yang tidak bisa berproduksi akibat bencana, kebutuhan akan sapi impor menjadi sangat mendesak. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan usulan ini secepatnya.
Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat Aceh tidak hanya memiliki akses terhadap daging yang terjangkau, tetapi juga dapat menikmati daging dengan kualitas baik. Dalam situasi darurat seperti ini, pemerintah diharapkan bisa memberikan bantuan real untuk masyarakat terdampak.
Mualem mempertegas pentingnya stok daging menjelang Ramadhan. Pasalnya, tradisi berbagi dan berkumpul dengan keluarga menjadi bagian integral dalam perayaan Idul Fitri, dan tanpa pasokan daging yang cukup, tradisi ini akan terancam. Oleh karena itu, ia meminta perhatian lebih dari pemerintah terkait masalah ini.
Kondisi Humaniter di Aceh Pasca Bencana
Dampak bencana yang terjadi di Aceh turut menyebabkan banyak manusia yang harus kehilangan tempat tinggal. Hingga saat ini, lebih dari 374 ribu jiwa dilaporkan mengungsi akibat bencana yang melanda. Jumlah ini cukup signifikan dan mencerminkan kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak.
Selain itu, total korban meninggal yang mencapai 514 jiwa dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang menunjukkan betapa parahnya bencana ini. Situasi ini sangat memperlihatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam upaya penanganan krisis ini secara komprehensif.
Upaya penanganan bencana harus terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal. Penyediaan makanan, air bersih dan tempat tinggal sementara menjadi hal yang sangat mendesak. Saat ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bekerjasama membantu meringankan beban para korban.
















