Kebakaran yang terjadi di gedung kantor Terra Drone di Jakarta Pusat telah mengakibatkan tragedi yang mendalam. Dalam insiden ini, tercatat 22 orang, yang semuanya merupakan karyawan, telah kehilangan nyawa. Kejadian tersebut menyoroti pentingnya keselamatan kerja dan pengelolaan risiko di tempat-tempat yang berhubungan dengan teknologi tinggi.
Pihak perusahaan telah mengonfirmasi jumlah korban dan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Mereka juga meminta maaf atas gangguan yang ditimbulkan oleh insiden ini bagi masyarakat sekitar.
“Kami merasa sangat berduka atas kepergian rekan-rekan kami dan berharap agar keluarga korban mendapatkan kekuatan untuk menghadapi masa sulit ini,” ungkap pernyataan resmi dari perusahaan.
Faktor Penyebab Kebakaran dan Penanganannya yang Kurang Optimal
Kebakaran yang terjadi pada Selasa (9/12) di Cempaka Baru, Kemayoran, diduga disebabkan oleh api yang berasal dari baterai. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa mereka sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai sumber dan jenis baterai tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat juga mencatat bahwa petugas forensik masih menyelidiki penyebab sebenar dari kebakaran. Dalam investigasi awal, dikatakan bahwa api berasal dari baterai drone yang berada di lantai satu gedung.
Pengalaman tragis ini menggugah kembali tentang pentingnya protokol keamanan di perusahaan-perusahaan yang mengelola dan memproduksi perangkat teknologi tinggi. Kejadian serupa sebelumnya seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak.
Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang bagi Perusahaan
Dari data yang dirilis, kebakaran ini telah menyebabkan 76 orang menjadi korban, dengan 54 orang di antaranya selamat. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa kehilangan nyawa, tetapi juga dampak pada reputasi perusahaan.
Terra Drone, yang diakuisisi oleh perusahaan Jepang pada tahun 2019 ini, berada di ambang krisis. Pendapatan mereka di Indonesia, yang tercatat meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, kini mungkin akan terpengaruh oleh insiden ini.
Dengan 398 karyawan yang dilaporkan hingga awal tahun ini, perusahaan harus segera merancang strategi pemulihan yang efektif untuk memulihkan kepercayaan pelanggan dan masyarakat.
Pentingnya Evaluasi Sistem Keamanan di Tempat Kerja
Insiden seperti ini menjadi pengingat bagi semua perusahaan untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Pengawasan yang ketat terhadap penggunaan alat dan perangkat, khususnya yang terkait dengan teknologi tinggi perlu diterapkan dengan lebih disiplin.
Terra Drone sudah sepatutnya melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem keamanan yang ada. Hal ini mencakup pelatihan karyawan mengenai penanganan alat-alat berpotensi berbahaya dan prosedur darurat yang lebih jelas.
Pemangku kepentingan di industri teknologi harus berkerja keras mensejahterakan lingkungan kerja yang aman. Kewajiban perusahaan untuk melindungi keselamatan karyawan dan publik harus menjadi prioritas utama.















