Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) baru saja menerima penghargaan bergengsi sebagai Badan Publik dengan Kualifikasi Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025. Ini adalah kali kedelapan secara berturut-turut Kemenkomdigi mendapatkan predikat tersebut, yang menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan informasi.
Pada tahun ini, Kemenkomdigi menduduki peringkat ke-3 untuk kategori kementerian, dengan nilai 98,54, yang menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 97,60. Penghargaan ini diberikan dalam sebuah acara khusus yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Senin, 15 Desember 2025.
Sekretaris Jenderal Kemenkomdigi, Ismail, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi pengingat bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas dalam pengelolaan serta penyampaian informasi publik. Ia menegaskan bahwa informasi yang disampaikan harus relevan, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Pentingnya Keterbukaan Informasi bagi Publik
Keterbukaan informasi publik merupakan hal yang sangat vital bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Dengan adanya akses informasi yang baik, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini juga menjadi dasar bagi terciptanya kepercayaan antara pemerintah dan publik.
Ismail menjelaskan bahwa penghargaan ini difahami sebagai dorongan untuk terus menghadirkan informasi yang tidak hanya terbuka dan akuntabel, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kebijakan pemerintah.
Menurut Ismail, keterbukaan informasi tidak hanya mendukung transparansi, tetapi juga memperkuat posisi pemerintah dalam membangun hubungan positif dengan masyarakat. Melalui informasi yang jelas dan terbuka, masyarakat akan lebih mudah memahami berbagai program dan kebijakan yang dikeluarkan.
Langkah Strategis Kemenkomdigi ke Depan
Kemenkomdigi berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola komunikasi publik yang lebih adaptif dan inklusif. Ini termasuk mengembangkan strategi komunikasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital. Ismail menyatakan bahwa ke depan, pihaknya akan memperluas kanal komunikasi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
Langkah ini meliputi perbaikan dalam kualitas layanan informasi publik serta pembukaan ruang dialog. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembangunan. Dengan kenyataan ini, diharapkan masyarakat memiliki suara dan peran dalam setiap kebijakan yang ada.
Ismail mencatat pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalamupaya menciptakan solusi yang lebih baik. Di era digital saat ini, penyaluran informasi yang cepat dan tepat akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kebijakan yang dibuat.
Pengaruh Positif Keterbukaan terhadap Masyarakat
Ketika informasi disampaikan dengan jelas, publik dapat dengan mudah memahami bagaimana kebijakan berdampak pada kehidupan mereka. Keterbukaan informasi ini akan menciptakan iklim yang lebih baik untuk partisipasi publik, sehingga masyarakat merasa dihargai dan terlibat. Ini adalah langkah krusial untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab di dalam masyarakat.
Ismail juga menyoroti bahwa transparansi dalam penyampaian informasi akan mengurangi kesalahpahaman di kalangan publik. Dengan informasi yang jelas, masyarakat lebih cenderung mendukung kebijakan pemerintah, asalkan mereka merasa dilibatkan.
Ke depan, Kemenkomdigi akan terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi dalam penyampaian informasi. Hal ini diharapkan mampu mendukung interaksi yang lebih konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah.
















