PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, lebih dikenal sebagai BNI, berupaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tumbuh dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Salah satu cara yang dilakukan adalah berpartisipasi dalam acara penting seperti National Financial Health Event (NFHE) 2025 yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana Ratu Maxima juga hadir. Acara ini berlangsung di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, dan menjadi kesempatan bagi berbagai pihak untuk memperkuat pengetahuan tentang kesehatan finansial.
BNI mengambil bagian dalam NFHE sebagai bentuk komitmennya untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan pemerintah, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lain untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perilaku keuangan yang baik. Dalam konteks ini, pemahaman akan kesehatan finansial terutama diperlukan oleh kelompok yang rentan.
Ronny Venir, Direktur Operations BNI, mengungkapkan perlunya edukasi keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan memberikan akses ke alat dan layanan keuangan yang tepat, BNI berkomitmen untuk memberdayakan kelompok seperti perempuan, UMKM, dan pekerja migran, termasuk komunitas yang peduli terhadap lingkungan.
Upaya BNI dalam Mendorong UMKM di Indonesia
Salah satu langkah nyata BNI dalam mendukung UMKM adalah dengan membuka booth interaktif yang menampilkan produk lokal. Booth ini menampilkan berbagai kerajinan tangan, tas, dan dompet yang merupakan hasil karya UMKM binaan BNI. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat edukasi, tetapi juga membantu memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
Ronny menegaskan bahwa partisipasi BNI dalam acara ini sejalan dengan strategi pemberdayaan UMKM yang terdiri dari tiga tahap: Go Productive, Go Digital, dan Go Global. Masing-masing tahapan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar UMKM hingga ke level internasional.
Selain membuka booth, BNI juga berperan sebagai narasumber dalam sesi talkshow selama NFHE. Dalam sesi tersebut, BNI membahas bagaimana pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha, serta memberikan edukasi keuangan untuk berbagai segmen masyarakat. Ini termasuk UMKM, guru, pekerja migran, mahasiswa, dan komunitas yang peduli lingkungan.
Pentingnya Kolaborasi untuk Meningkatkan Literasi Keuangan
Ronny menjelaskan bahwa kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Dengan menjalin kerja sama yang baik, diharapkan UMKM dapat lebih cepat naik kelas dan berkembang. Hal ini menjadi bagian dari tanggung jawab BNI sebagai lembaga yang mendukung program pemerintah dalam bidang perekonomian.
Dalam konteks ini, BNI berupaya untuk menjadi agen pembangunan yang tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini dianggap sangat strategis dalam menghadapi tantangan yang ada di industri keuangan saat ini.
Berdasarkan pernyataan Ronny, partisipasi dalam NFHE menunjukkan komitmen BNI untuk mendukung keberhasilan UMKM. Dengan meningkatkan literasi keuangan dan memberikan akses yang lebih baik ke layanan finansial, BNI berharap dapat membantu pelaku usaha untuk mencapai potensi maksimal mereka.
Komitmen BNI dalam Mendorong Edukasi Keuangan
Melalui keikutsertaan dalam acara NFHE 2025, BNI menunjukkan komitmennya dalam memperluas edukasi keuangan. BNI ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengelola keuangan mereka dengan bijak. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
Selain itu, BNI juga memberikan dukungan dalam akses pembiayaan bagi UMKM yang memerlukan. Dengan memperbesar peluang bagi UMKM untuk mendapatkan modal usaha, diharapkan produk-produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
BNI juga menekankan pada pentingnya digitalisasi dalam pengembangan usaha kecil. Melalui teknologi, UMKM dapat lebih mudah menjangkau konsumen dan memperluas jaringan pemasaran mereka. Ini adalah bagian dari visi untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
















