Menteri Koordinator Bidang Pangan mengumumkan rencana pemerintah untuk mengekspor beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji asal Indonesia yang akan berangkat dalam waktu dekat.
Diketahui, dengan ketersediaan beras yang cukup, Bulog mencatat akan memiliki stok lebih dari 4 juta ton pada tahun 2026, yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan domestik maupun untuk jemaah haji.
Zulkifli Hasan, yang dikenal dengan sapaan Zulhas, menyatakan bahwa beras untuk jemaah haji besok diharapkan berasal dari produksi dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas dan kepuasan konsumsi bagi jemaah haji.
Pentingnya Kualitas Beras bagi Jemaah Haji
Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta Pusat, Zulhas menuturkan bahwa selama ini jemaah haji Indonesia sering mengonsumsi beras dari negara lain. Namun, jemaah haji lebih menyukai beras lokal yang dianggap lebih pulen dan cocok di lidah mereka.
“Beras kita lebih dipilih karena pulen,” ujarnya. Hal ini menunjukkan pentingnya mempertahankan kualitas beras lokal dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji.
Selain itu, Zulkifli menambahkan bahwa keberadaan beras lokal di Arab Saudi dapat memberikan rasa nyaman bagi jemaah haji. Apalagi, jemaah Indonesia lebih lekat dengan cita rasa negara asalnya.
Keberadaan beras pulen ini juga menjadi salah satu solusi dalam upaya mengurangi insiden korban jiwa di kalangan jemaah. Kualitas makanan dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan stamina mereka selama menjalankan ibadah haji.
Spesifikasi dan Persiapan Ekspor Beras ke Arab Saudi
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa beras yang akan diekspor adalah jenis beras pulen premium. Beras ini memiliki kadar pecahan 5 persen dan kadar air 14 persen, yang sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
Dia juga mengungkapkan bahwa meskipun permintaan untuk ekspor adalah 2.280 ton, Bulog sudah menyiapkan 3.000 ton untuk mengantisipasi kebutuhan lebih. Persiapan ini menunjukkan komitmen Bulog untuk memenuhi permintaan dengan baik.
Rizal menambahkan, ekspor beras akan dimulai pada pekan ketiga Februari 2026. Hal ini untuk memastikan bahwa Distribusi beras ke jemaah haji berlangsung lancar sebelum musim puncak haji tiba.
Persiapannya termasuk pengiriman dan logistik yang efisien. Dengan demikian, jemaah dapat menikmati beras berkualitas selama berada di Saudi Arabia, yang diharapkan membantu mengurangi berbagai masalah yang mungkin dihadapi.
Kontribusi dalam Mengurangi Masalah Jemaah Haji
Langkah mengekspor beras ini dianggap penting dalam konteks ibadah haji. Sebab, banyak jemaah yang mengalami kesulitan dalam hal konsumsi makanan selama berada di luar negeri.
Berharap dengan tersedianya beras pulen dari Indonesia, akan mengurangi potensi masalah yang berkaitan dengan asupan makanan. Hal ini dapat menghadirkan suasana yang lebih baik bagi jemaah agar lebih fokus pada ibadahnya.
Zulhas juga menekankan bahwa dengan disediakan beras lokal, diharapkan dapat mengurangi angka korban jiwa di kalangan jemaah haji. Tentunya, keamanan dan kenyamanan jemaah harus menjadi faktor utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Ketika jemaah haji merasa nyaman dan puas dengan makanan yang disediakan, hal ini bisa berdampak positif bagi kesehatan mereka saat berada di Tanah Suci. Ketersediaan beras lokal diharapkan bisa menjadi solusi dalam menghadapi tantangan selama ibadah haji.















