Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan baru-baru ini. Pada tanggal 30 Januari, IHSG menguat 97,40 poin atau 1,18 persen, mencapai level 8.329, yang mencerminkan aktivitas pasar yang cukup dinamis.
Selama periode tersebut, total transaksi mencapai Rp41,69 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 57,82 miliar lembar. Meskipun ada lonjakan ini, performa IHSG dalam sepekan tersebut tercatat masih mengalami penurunan 6,94 persen.
Petunjuk dari Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menunjukkan bahwa selama seminggu, perdagangan saham bervariasi. Penurunan kapitalisasi pasar bursa mencapai 7,37 persen, dari Rp16.244 triliun menjadi Rp15.046 triliun.
Analisis Mendalam Mengenai Perkembangan IHSG Baru-baru Ini
Dalam periode yang sama, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 3,69 persen, berkurang dari 65,73 miliar menjadi 63,3 miliar lembar saham. Meskipun ada penurunan dalam volume, rata-rata nilai transaksi harian justru meningkat sebesar 29,28 persen, menunjukkan adanya minat yang tinggi dari investor.
Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,53 triliun pada tanggal 30 Januari dan total mencapai Rp9,88 triliun sepanjang tahun 2026. Hal ini menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar untuk memahami arah pergerakan selanjutnya.
Dengan kondisi pasar yang beragam, banyak investor yang bertanya-tanya tentang proyeksi IHSG ke depan. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan cenderung menguat pada perdagangan awal bulan Februari.
Sentimen yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Oktavianus menyatakan bahwa pasar akan merespons beberapa sentimen yang berkembang, termasuk pengunduran diri pimpinan OJK dan BEI. Penunjukan pejabat sementara yang diharapkan berasal dari kalangan teknokrat di pasar juga akan memberikan dampak.
Tak hanya itu, hasil pertemuan dengan agen pemeringkat global juga akan berpengaruh besar terhadap arah pasar. Para pelaku pasar sekarang lebih fokus pada kebijakan yang mampu mendukung likuiditas dan stabilitas pasar.
Proyeksi terhadap penguatan IHSG juga termasuk pemantauan terhadap rilis inflasi yang diperkirakan tumbuh 3,9 persen secara tahunan. Data tersebut dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang kondisi ekonomi makro yang akan memengaruhi keputusan investasi.
Peluang Investasi di Pasar Modal Saat Ini
Mengenai peluang saham, Oktavianus merekomendasikan beberapa pilihan yang mungkin menarik bagi investor. Salah satunya adalah saham Bank Mandiri yang menunjukkan penguatan 4,10 persen dan diperkirakan dapat mencapai level lebih tinggi dalam waktu dekat.
Selain Bank Mandiri, saham perusahaan lainnya, seperti PT Adaro Andalan Indonesia, juga menunjukkan performa yang baik. Dengan proyeksi yang optimis, saham-saham ini menjadi sorotan banyak investor.
Di sisi lain, Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, juga menegaskan bahwa tampaknya IHSG memiliki potensi untuk menguat lebih lanjut. Meskipun ada berita negatif, ruang untuk rebound teknis masih terbuka.
Secara keseluruhan, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang siap menanjak, termasuk saham Surya Esa Perkasa dan Astra Motor. Dengan penutupan yang positif pada pekan lalu, saham-saham ini sepertinya akan melanjutkan tren naiknya.
Namun, doa dan hati-hati diperlukan sebelum membuat keputusan investasi. Situasi pasar yang dinamis menciptakan risiko sekaligus peluang yang harus ditangani dengan bijak oleh investor.














