Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kecepatan internet di Indonesia pada tahun 2026. Diharapkan kecepatan mobile broadband mencapai 80 Mbps dan fixed broadband mencapai 64 Mbps, yang merupakan langkah signifikan dalam mendigitalisasi seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Kecepatan mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi Indonesia pada tahun 2025 diprediksi mencapai 63,51 Mbps. Kami berusaha mempercepat target tersebut yang seharusnya diraih pada tahun 2028 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” ungkap Menkomdigi Meutya Hafid dalam Rapat Kerja Komisi I DPR.
Dalam konteks ini, kecepatan internet menjadi sangat penting untuk mendukung berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kecepatan internet yang optimal berpotensi meningkatkan produktivitas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
Lebih lanjut, target kecepatan 64 Mbps untuk fixed broadband pada tahun 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas aksesibilitas dan kualitas internet. Hal ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan digital yang ada di Indonesia saat ini.
Penetrasi Jaringan 4G di Seluruh Indonesia
Meutya juga melaporkan bahwa penetrasi jaringan 4G di Indonesia telah mencapai 98,95 persen dari total populasi. Dalam upaya meningkatkan kualitas jangkauan, target untuk 2026 adalah mencapai 99,05 persen, sehingga masyarakat di daerah terpencil pun dapat menikmati layanan internet yang lebih baik.
Keberhasilan ini menunjukkan kerja keras pemerintah dalam menjaga agar infrastruktur telekomunikasi dapat menjangkau berbagai daerah, termasuk daerah yang selama ini terisolasi. Melalui jangkauan yang lebih luas, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan pencapaian ini, diharapkan jangkauan internet tidak hanya akan mendukung aktivitas sosial tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Utilisasi internet dalam bisnis kecil, sebagai contoh, bisa membuka peluang baru bagi pengusaha lokal.
Kemajuan dalam Layanan 5G dan Jaringan Fiber Optik
Layanan 5G, yang pertumbuhannya mencolok dalam beberapa waktu terakhir, telah menjangkau 6,33 persen luas pemukiman di Indonesia pada tahun 2025. Target untuk tahun 2026 adalah mencapai 8,5 persen, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan internet secara keseluruhan
“Kami merencanakan untuk menggelar lelang frekuensi 5G pada tahun 2026 sehingga jangkauan dapat diperluas,” tambah Meutya. Ini semakin menegaskan bahwa pergeseran menuju teknologi yang lebih maju menjadi prioritas bagi pemerintah.
Jaringan fiber optik yang mendukung layanan fixed broadband juga terus berkembang, dengan mencakup 72,22 persen kecamatan. Adapun target peningkatan menjadi 82 persen pada tahun 2026, menandakan adanya upaya serius dalam meratifikasi kualitas dan kecepatan akses internet di seluruh wilayah.
Program Internet Murah dan Kampung Internet
Program Kampung Internet yang telah berjalan sejak tahun 2025 sebelumnya melayani 1.194 titik dan ditargetkan untuk bertambah menjadi 2.194 titik pada tahun ini. Inisiatif ini akan mendukung akses internet di daerah pedesaan yang selama ini terbatas.
Melalui program ini, para penduduk desa diharapkan dapat termotivasi untuk memanfaatkan internet sebagai sarana pendidikan dan pengembangan keterampilan. Ketersediaan jaringan internet yang memadai di pedesaan menjadi salah satu langkah krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan program internet murah yang berbasis frekuensi 1,4 GHz. Dengan target mencapai 10,8 juta rumah tangga pada tahun 2030, program ini bertujuan untuk memberikan akses internet dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat.















