Perum Bulog menjalankan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke seluruh wilayah Papua untuk menjaga keterjangkauan harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini bertujuan agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok tanpa khawatir tentang harga yang melambung.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penyaluran beras dilakukan secara serentak di setiap kabupaten dan kota di Papua, termasuk wilayah-wilayah terjauh. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam memberikan akses kepada masyarakat terhadap beras dengan harga yang terjangkau.
Ahmad menjelaskan bahwa mereka sudah melakukan penyaluran ke berbagai lokasi di Papua, mulai dari Merauke hingga Jayapura. Setiap titik distribusi ditentukan untuk memastikan semua masyarakat, bahkan yang terjauh, dapat menikmati beras dengan harga yang bersahabat.
Langkah Strategis Bulog untuk Menjamin Ketersediaan Pangan
Menurut Ahmad, penyaluran beras ini adalah pelaksanaan dari arahan Presiden dan kementerian terkait guna memastikan ketersediaan pangan menjelang perayaan besar ini. Hal ini menunjukkan adanya perhatian serius pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat selama periode perayaan.
Tim Bulog telah berupaya untuk mendistribusikan stok beras SPHP ke lokasi-lokasi yang dekat dengan masyarakat, termasuk di pos-pos kepolisian dan komando distrik militer. Pendekatan ini diharapkan mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan beras murah.
“Kami menempatkan 10 ton beras SPHP di setiap Polres di Papua,” ujar Rizal. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru di Papua dapat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Fokus pada Wilayah Terpencil dan Akses yang Menantang
Distribusi beras SPHP dilakukan tanpa terkecuali, mencakup wilayah-wilayah terpencil dengan akses yang cukup menantang. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim distribusi Bulog, yang harus memastikan setiap daerah mendapatkan pasokan yang memadai.
Demi mencapai tujuan ini, Bulog telah menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian serta komandan distrik militer untuk mempermudah distribusi. “Di setiap pos kami pastikan ada minimal 10 ton beras terdistribusi,” lanjut Rizal.
Wilayah seperti Intan Jaya dan Lanny Jaya pun tidak luput dari perhatian, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan ketentraman, tanpa khawatir tentang harga pangan.
Operasi Distribusi Beras SPHP Sebagai Upaya Stabilisasi Pangan
Secara keseluruhan, Bulog menyalurkan total 1.200 ton beras SPHP dalam operasi distribusi kali ini. Tujuannya adalah untuk meredam tekanan harga di Papua menjelang periode konsumsi puncak akhir tahun. Ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah tersebut.
Pemerintah juga sebelumnya telah meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk meningkatkan pasokan dan menjaga kestabilan harga. Kombinasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan cara yang lebih efektif.
Selain itu, distribusi beras SPHP juga telah dimulai di awal bulan ini, dengan pelepasan sebanyak 4.634 ton untuk 42 kabupaten/kota di enam provinsi Papua Raya. Posisi geografis dan infrastruktur yang sulit di beberapa daerah menjadi pertimbangan dalam menentukan cara distribusi ini.
















