Badan Gizi Nasional menyiapkan beberapa program untuk menggandeng anak-anak dalam mendapatkan Makan Bergizi Gratis di sepanjang liburan sekolah. Program ini dirancang untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan gizi mereka selama periode libur yang panjang.
Dalam rangkaian pelaksanaannya, terdapat dua opsi yang ditawarkan. Pertama, siswa dapat datang ke sekolah untuk mengambil paket Makan Bergizi Gratis, atau kedua, paket dapat diantarkan langsung ke rumah mereka.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa opsi pembagian ini hanya berlaku untuk siswa sekolah. Sedangkan, ibu hamil, menyusui, dan anak balita akan menerima makanan sesuai dengan prosedur mereka yang biasa.
Inisiatif Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Sekolah
Dadan menekankan pentingnya menyiapkan Makan Bergizi Gratis dalam periode liburan ini. Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi bagi siswa yang tidak dapat mengakses makanan bergizi di rumah.
Ia juga menegaskan bahwa terdapat jadwal penyaluran yang harus diikuti oleh sekolah dan orang tua. Jika siswa tidak bisa mengambil langsung, mereka perlu mendaftar untuk mekanisme pengantaran ke rumah.
Paket yang akan disiapkan berisi makanan yang dapat bertahan lama, seperti telur, buah, dan daging yang diolah menjadi abon atau dendeng. Menu ini dianggap efisien dan praktis untuk disediakan.
Penjaluran Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil dan Balita
Walaupun penyaluran Makan Bergizi Gratis lebih difokuskan pada siswa, ibu hamil dan balita tetap mendapatkan perhatian khusus. BGN berkomitmen untuk memastikan bahwa kelompok ini juga menerima asupan yang baik selama liburan.
Prosedur penyaluran bagi ibu hamil dan anak balita akan tetap berjalan seperti biasa. Dadan menjelaskan bahwa mereka memiliki saluran tersendiri untuk memastikan paket makanan sampai kepada penerima yang tepat.
Dengan adanya aturan yang lebih ketat, Dadan berharap tidak ada penyelewengan dalam distribusi makanan. Setiap paket akan dicatat dan diawasi agar tepat sasaran.
Opsi Penyaluran dan Mekanisme Distribusi
Sistem distribusi makanan bergizi ini akan dilakukan melalui mekanisme yang sudah disepakati, yakni Berita Acara Serah Terima (BAST). Mekanisme ini dirancang untuk meminimalisir potensi kecurangan dalam penyaluran dan memastikan akurasi data penerima.
Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan memiliki kriteria sendiri dalam mengelola proses pengambilan dan pengantaran. Ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.
Pihak SPPG akan bertanggung jawab mengaudit jumlah makanan yang disampaikan dan lebih memilih untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan. Keterlibatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan di masyarakat terhadap program ini.
















