Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia bertujuan untuk mendorong peningkatan transaksi secara signifikan selama program diskon akhir tahun yang dinamakan Belanja di Indonesia Aja (BINA). Acara yang dijadwalkan berlangsung dari 18 Desember hingga 4 Januari dirancang untuk memberikan banyak keuntungan bagi konsumen, serta memicu pertumbuhan ekonomi di sektor ritel.
Dengan melibatkan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di seluruh tanah air dan menawarkan diskon mencapai 80 persen, pelaku ritel memiliki harapan besar untuk menarik perhatian konsumen. Target nilai transaksi yang ambisius, mencapai Rp30 triliun selama program berlangsung, menunjukkan optimisme tinggi pelaku usaha terhadap potensi pasar.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia, Budihardjo Iduansjah, merasakan adanya peningkatan transaksi, berkat dukungan kementerian dan upaya promosi yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pelaku ritel dalam menghadapi persaingan dan tantangan yang ada.
Diskon Besar-Besaran Diharapkan Dapat Tarik Konsumen
Program BINA diharapkan tidak hanya menarik pembeli setia, tetapi juga bisa memikat kelompok konsumen yang jarang berbelanja, yang sering disebut rombongan jarang beli. Penawaran potongan harga yang besar diharapkan bisa membuat mereka tergoda untuk melakukan pembelian.
“Jika barangnya bagus dan harganya menarik, saya yakin mereka akan membeli,” ungkap Budihardjo. Penawaran tersebut tidak hanya dihadirkan oleh pelaku ritel lokal, tetapi juga diikuti oleh merek internasional yang beroperasi di Indonesia.
Selain itu, program ini juga melibatkan berbagai acara diskon daerah, seperti Jakarta Festive Wonder dan Bali Nusra Great Sale. Dengan kerjasama ini, diharapkan ada sinergi yang lebih kuat dalam mewujudkan tujuan bersama dalam meningkatkan daya beli masyarakat.
Upaya untuk Dukung Sektor Usaha Kecil dan Menengah
Pentingnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjaga ketahanan ekonomi diakui dalam acara ini. Pelaku UMKM bersama dengan industri kecil dan menengah telah diajak berkolaborasi untuk memastikan ketersediaan produk berkualitas bagi konsumen.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan keuntungan ganda, baik bagi pelaku bisnis maupun konsumen. Dengan begitu, para pengusaha kecil memiliki kesempatan untuk memperluas pangsa pasar mereka melalui kegiatan promosi yang besar dan terstruktur.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyoroti pentingnya program ini dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat memperkuat daya beli masyarakat dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Peningkatan Transaksi sebagai Indikator Keberhasilan Program
Data yang disajikan oleh pihak terkait menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga berkontribusi cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan tingkat pertumbuhan indeks penjualan riil yang mencapai 4,3 persen secara tahunan, program ini berada pada jalur yang tepat untuk memberi dampak positif.
Berdasarkan statistik, selama kuartal I hingga III tahun ini, nilai transaksi program belanja nasional sudah mencapai Rp272,39 triliun. Ini menunjukkan bahwa ada permintaan yang cukup solid dari konsumen di pasar domestik.
Dukungan dari 412 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia menjadi bukti kekuatan kolaborasi ini. Sektor ritel memiliki peluang besar untuk menjadikan program ini sebagai momen strategis dalam meningkatkan penjualan sebelum akhir tahun, yang biasa menjadi puncak penjualan setelah Ramadan dan Idul Fitri.














