Belanja pemerintah menunjukkan perkembangan positif yang memberikan harapan bagi sektor hotel, restoran, dan pariwisata. Sektor-sektor ini, yang sebelumnya tertekan oleh perlambatan ekonomi, kini mulai merasakan dampak pulihnya permintaan menjelang akhir tahun.
Temuan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah perjalanan wisatawan domestik. Pada September 2025, terjadi pertumbuhan 13,19 persen, di mana total perjalanan meningkat dari 83,36 juta menjadi 94,355 juta.
Secara kumulatif, kunjungan wisatawan nusantara dari Januari hingga September 2025 mencapai 901,90 juta, naik 18,99 persen dibandingkan dengan 757,96 juta perjalanan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menandai kebangkitan sektor pariwisata yang sebelumnya lesu.
Pengaruh Positif Belanja Pemerintah terhadap Sektor Pariwisata
Anggaran negara yang dialokasikan untuk kegiatan resmi dan pertemuan kementerian berperan penting dalam mempercepat perputaran bisnis wisata serta perhotelan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal tetapi juga memberikan dampak positif bagi konsumsi masyarakat secara keseluruhan.
Menurut analis senior, peningkatan aktivitas perjalanan antar kota menjadi sinyal baik bagi pertumbuhan ekonomi. Ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan berhasil mempertahankan stabilitas harga.
Berdasarkan data BPS, konsumsi pemerintah di kuartal III-2025 tercatat tumbuh 5,49 persen, memberikan kontribusi 7,17 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini adalah sebuah kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mengalami kontraksi.
Peluang Strategis di Akhir Tahun untuk Ekonomi
Momentum akhir tahun merupakan kesempatan baik bagi perekonomian, terutama untuk sektor belanja pemerintah. Dengan adanya anggaran yang meningkat, diharapkan masyarakat yang memiliki daya beli akan memanfaatkan kesempatan untuk berlibur dan berekreasi.
Sektor akomodasi, makanan dan minuman, serta toko suvenir di lokasi wisata mengalami lonjakan permintaan yang cukup tinggi. Hal ini menjadi bukti bahwa puluhann ribu orang kembali melakukan perjalanan wisata.
Direktur Eksekutif lembaga penelitian menyarankan pemerintah untuk memberikan stimulus tambahan saat liburan akhir tahun. Diskon untuk jalan tol dan tarif maskapai bisa mendorong lebih banyak wisatawan untuk bepergian dan memperpanjang masa tinggal mereka.
Menutup Tahun dengan Optimisme Ekonomi dan Peluang Pemulihan
Peningkatan mobilitas wisatawan dan aktivitas belanja diharapkan dapat menciptakan suasana ceria bagi masyarakat dan pelaku usaha. Sektor pariwisata memegang peranan penting dalam penutupan tahun yang penuh harapan ini, sekaligus membuka peluang untuk pemulihan yang berkelanjutan di tahun depan.
Dengan pemerintah yang aktif dalam menciptakan kebijakan yang mendukung, diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa terus berlanjut. Tahun baru bisa menjadi titik awal untuk optimisme baru bagi seluruh pihak terkait.
Banyak yang percaya bahwa jika momentum ini dijaga, maka akan ada banyak kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata ke depannya. Ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat dalam berwisata.















