Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah melakukan pembaruan terhadap alat ukur yang digunakan untuk menilai potensi dan kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat penerapan meritokrasi dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia.
Menurut Aris Windiyanto, Plt. Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN BKN, perubahan ini sangat penting. Diharapkan, pengembangan alat ukur yang lebih objektif dan terstandar ini akan menciptakan sistem penilaian yang lebih dapat dipercaya.
Selain itu, penggunaan metodologi ilmiah dan prinsip psikometri diharapkan dapat menghasilkan alat ukur yang lebih agile dan efektif. Riset yang dipadukan dengan praktik akan menjadi landasan dalam setiap pengembangan sistem yang diterapkan di BKN.
Pembaruan Alat Uji untuk Pegawai Negeri Sipil
Pengembangan alat uji ini dilakukan oleh Pusat Penilaian Kompetensi ASN (Puspenkom ASN). Beberapa alat ukur baru telah diterapkan oleh BKN untuk meningkatkan akurasi penilaian kompetensi ASN.
Salah satu alat yang baru diperkenalkan adalah Situational Judgment Test (SJT) yang ditujukan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya. Ini menunjukkan bahwa BKN terus berupaya untuk mengikuti tren dunia kerja yang semakin membutuhkan penilaian yang mendalam.
Selain SJT, Morscale digunakan sebagai alat ukur untuk menilai kepatutan ASN. Alat-alat baru ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kinerja dan sikap pegawai.
Uji Coba dan Implementasi Alat Ukur Baru
Kegiatan uji coba untuk alat ukur ini dilakukan secara online dan melibatkan 22 peserta dari berbagai instansi, baik pusat maupun daerah. Uji coba ini merupakan langkah awal yang penting sebelum alat ukur digunakan secara luas.
Menurut keterangan BKN, dengan adanya pengembangan dan uji coba ini, diharapkan sistem penilaian potensi dan kompetensi ASN akan mendapatkan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Hal ini juga diharapkan dapat menciptakan kepercayaan dari masyarakat terhadap kinerja ASN.
Dengan alat ukur baru ini, diharapkan proses seleksi dan penilaian akan berlangsung lebih transparan. Ini akan membuat setiap pegawai merasa dihargai berdasarkan kemampuan dan kinerja mereka.
Pentingnya Mengukur Moralitas ASN
Selain pengukuran kompetensi, BKN juga mengembangkan instrumen yang berfungsi untuk menilai moralitas ASN. Hal ini menyadari bahwa nilai-nilai moral dan integritas pegawai sangat penting di era yang penuh tantangan ini.
Aris Windiyanto menyatakan bahwa pengukuran moralitas menjadi aspek yang tidak kalah penting untuk memenuhi tuntutan masyarakat. Seiring dengan dinamika sosial yang berubah, diperlukan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan integritas ASN.
Tujuan dari pengukuran moralitas ini adalah untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap objektivitas penilaian yang selama ini ada. Melalui alat baru ini, diharapkan ASN bisa lebih transparan dan akuntabel dalam setiap tindakan mereka.














