OpenAI, perusahaan yang mengembangkan ChatGPT, tengah mempersiapkan langkah baru dalam sistem keamanan pengguna. Langkah ini melibatkan verifikasi usia yang akan meminta pengguna untuk menunjukkan identitas resmi atau KTP.
Tindakan ini diambil seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap keselamatan remaja, setelah terjadinya beberapa insiden tragis yang melibatkan penggunaan chatbot tersebut.
CEO OpenAI, Sam Altman, dalam sebuah pernyataan, menekankan pentingnya mengutamakan keamanan dan privasi pengguna, terutama remaja. Ia mengungkapkan bahwa berkomunikasi dengan chatbot seharusnya berbeda antara anak-anak dan orang dewasa.
Dalam rangka meminimalkan risiko, sistem baru ini dirancang untuk mengidentifikasi usia pengguna secara otomatis berdasarkan pola interaksi mereka dengan ChatGPT.
Langkah Proaktif OpenAI dalam Menjaga Kesehatan Mental Remaja
OpenAI berkomitmen untuk membuat chatbot lebih responsif terhadap kebutuhan dan keselamatan remaja yang menggunakan layanannya. Sistem ini akan memastikan bahwa konten yang ditampilkan sesuai dengan usia pengguna.
Jika terdeteksi bahwa pengguna berusia di bawah 18 tahun, respons dari ChatGPT akan disesuaikan agar aman dan tidak memicu konten berbahaya. Ini merupakan langkah penting yang menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan mental pengguna muda.
Untuk lebih memastikan keselamatan, ChatGPT akan menghindari topik-topik yang sensitif dan eksplisit saat berinteraksi dengan pengguna di bawah umur. Keputusan ini diambil setelah banyak konsultasi dengan pakar kesehatan mental.
Langkah pencegahan ini diharapkan dapat mencegah situasi yang berisiko, seperti perilaku bunuh diri, yang mungkin muncul dari interaksi negatif dengan teknologi. Prioritas utama OpenAI adalah menjaga kesejahteraan penggunanya.
Altman menegaskan bahwa meskipun ini mungkin mengorbankan sebagian privasi bagi pengguna dewasa, tindakan ini dianggap perlu untuk melindungi anak-anak dan remaja dari dampak yang merugikan.
Kasus Tragis yang Memicu Kebijakan Baru
Keputusan OpenAI untuk menerapkan verifikasi usia ini tidak lepas dari sebuah kasus tragis yang melibatkan seorang remaja berusia 16 tahun. Remaja tersebut meninggal dunia setelah terlibat interaksi panjang dengan chatbot tersebut.
Keluarga anak tersebut mengajukan gugatan terhadap OpenAI, dengan klaim bahwa chat tersebut memberikan pengaruh negatif yang berkontribusi pada keputusan bunuh diri anak mereka. Ini menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap interaksi pengguna muda dengan teknologi ini.
Dalam gugatan tersebut, orang tua remaja tersebut menyebut bahwa chatbot telah memberikan saran yang berisiko, termasuk terkait dengan metode bunuh diri. Kasus ini menarik perhatian banyak pihak tentang bagaimana teknologi dapat memengaruhi mental remaja.
Pemberian akses tak terbatas kepada teknologi kepada remaja perlu diimbangi dengan kontrol yang layak. OpenAI berupaya untuk menyesuaikan diri dengan realitas ini dan menjadi lebih bertanggung jawab.
Pihak OpenAI mengakui bahwa mereka harus memikul tanggung jawab lebih besar dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi semua penggunanya, terutama remaja.
Penyesuaian Respons Berdasarkan Usia Pengguna
OpenAI percaya bahwa respons ChatGPT dapat disesuaikan sesuai dengan usia pengguna. Ini berarti chatbot akan memfilter konten berbahaya yang bisa diakses oleh pengguna di bawah 18 tahun.
Dalam upaya ini, chatbot juga dirancang untuk tidak terlibat dalam percakapan yang berpotensi berbahaya, termasuk menyarankan perilaku negatif. Responsnya akan lebih positif dan mendukung.
Inisiatif ini adalah langkah maju dalam menciptakan pengalaman yang lebih aman dan bermanfaat bagi pengguna muda. Altman menekankan bahwa tujuan OpenAI adalah menciptakan lingkungan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman.
Langkah-langkah yang diambil ini seharusnya dapat membantu mencegah insiden serupa di masa depan. Dengan begitu, OpenAI berharap dapat mendukung pengguna muda dengan cara yang lebih positif.
Seluruh proses ini menunjukkan komitmen OpenAI untuk mengembangkan teknologi yang bertanggung jawab dan memberi dampak baik bagi masyarakat.
















